indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Arti Formwork dan Ragam Jenisnya

Dalam dunia rancang bangun atau konstruksi, ada salah satu alat khusus yang berfungsi sebagai cetakan beton. Alat ini biasa disebut bekisting atau formwork. Secara umum formwork adalah cetakan sementara dan biasa digunakan ketika menahan beton selama proses penuangan. Pada proses inilah beton dituang dan dibentuk sesuai dengan rancangan awal.

Mengingat sifatnya yang sementara, formwork atau bekisting ini bisa dipasang dan dibongkar saat beton dirasa memiliki kekuatan yang cukup. Memahami formwork sangat penting bagi Anda yang ingin terjun dalam dunia konstruksi sipil.  Berikut beberapa hal yang perlu dipahami dari formwork atau bekisting tersebut.
 

Pengertian Formwork

Formwork atau dikenal juga sebagai bekisting adalah sebuah konstruksi pembantu yang berupa cetakan yang sifatnya sementara ataupun permanen. Bekisting digunakan sementara untuk menahan konstruksi beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Cetakan ini kemudian dibongkar jika bentuk hasilnya sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Bekisting ini berguna agar beton dapat menahan beban dirinya sendiri dan juga beban lainnya.
 

Jenis Formwork atau Bekisting

Berdasarkan jenis dan kegunaannya, formwork atau bekisting dibedakan menjadi beberapa jenis. Setidaknya ada lima jenis yang sering digunakan, mulai dari yang jenis tradisional hingga bekisting yang menggunakan teknologi terkini. Adapun beberapa jenis formwork adalah sebagai berikut.
 

1. Bekisting Tradisional

Secara sederhana formwork atau bekisting ini dibangun dengan menggunakan bahan dasar dari kayu maupun triplek jenis plywood. Keunggulan formwork tradisional adalah tahan pada kelembapan udara di sekitarnya. Selain itu, sistem bekisting ini juga dapat diterapkan pada bentuk konstruksi yang rumit.

Kemudian untuk proses produksi sangat mudah dan cocok digunakan pada konstruksi yang rumit karena fleksibel. Selain itu, dari segi biaya untuk pengadaan bekisting, sistem bekisting tradisional relatif lebih rendah daripada biaya penggunaan metode lainnya. Selain itu, Anda juga bisa menghemat dari segi biaya tenaga kerja. Metode ini cocok untuk pengerjaan proyek berskala kecil.

Meski begitu, kelemahannya adalah pada segi struktur memiliki ukuran lebih besar. Mengapa? Karena untuk ukuran yang lebih, umumnya pembangunan bekisting tradsional memakan waktu untuk struktur yag lebih besar. Belum lagi, triplek yang digunakan juga pada umumnya memiliki daya tahan yang singkat.
 

2. Bekisting Sistem Rekayasa

Berbeda dari formwork sebelumnya, bahan baku dari sistem rekayasa ini menggunakan logam baik itu berupa baja mupun alumunium. Formwork ini lalu ditutup dengan menggunakan penutup khusus yang terbuat dari beton. Bekisting dengan menggunakan sistem rekayasa memiliki kelebihan yakni memiliki efisiensi dan kecepatan dalam pengerjaan konstruksi dan tahan lama. Bahkan jika bahan terbuat dari baja maupun alumunium dapat digunakan hingga ribuan kali. Namun, ini juga tergantung pada perawatan dan perawatannya.
 

3. Bekisting Reusable

Bekisting reusable adalah sebuah bekisting yang memiliki sistem berbentuk modular dan saling terikat. Biasanya banyak digunakan untuk pembuatan struktur beton yang sederhana. Tidak hanya itu saja, panelnya pun kuat meski sangat ringan. Bila Anda memiliki konstruksi berbiaya rendah sangat cocok menggunakan bekisting ini dan cocok juga digunakan untuk proyek perumahan semisalnya.
 

4. Bekisting Insulated

Formwork insulated juga sering disebut dengan bekisting permanen terisolasi. Formwork jenis ini sering dirakit di tempat dan digunakan untuk isolasi bentuk beton. Cara menggunakannya adalah bekisting atau formwork akan dibiarkan hingga beton benar-benar mengering. Keunggulannya memang dapat dilihat dari segi kekuatannya  dan memiliki jalur pemasangan yang terintegrasi untuk pemasangan cladding
 

5. Bekisting Struktural Stay In-Place

Terakhir ada formwork atau sistem bekisting struktural stay in-place. Sama halnya dengan jenis sebelumnya, formwork ini juga dirakit di tempat. Untuk memperkuat sisi-sisinya ditmbahkan pula serat dari bahan plastik. Bekisting ini juga akan dibiarkan hingga proses pembuatan beton benar-benar menguat. Kemudian berfungsi sebagai penguat aksial agar terhindar dari korosi dan siklus debu.

Baca juga: Rumus Campuran Beton yang Umum Digunakan
 

Syarat untuk Pengerjaan Formwork

Pengerjaan bekisting adalah bukan dengan cara menggunakannya berdasarkan proposinya saja. Lebih dari itu, Anda pun harus memperhatikan aspek kualitas. Aspek ini meliputi bentuk maupun ukuran yang sesuai dengan rencana. Termasuk posisi dan bentuk acuan agar tidak keropos.

Sementara itu untuk aspek keamanan posisi dalam pengerjaan beton harus stabil dan mampu menahan beban baik horizontal maupun vertikal. Tujuannya agar tidak bergeser dari posisi sebelumnya. Lalu, dari segi ekonomis pembuatan formwork adalah mengenai efisiensi dan tidak membutuhkan banyak tenaga. Selain itu, formwork yang digunakan haruslah tahan lama, mudah disimpan dan dapat digunakan beberapa kali.

Jadi, dapat disimpulkan formwork adalah sebuah alat yang paling penting dalam sebuah proyek konstruksi. Formwork yang baik juga ditentukan dari bahan yang digunakan, Anda mengunjungi halaman produk dari indosteger untuk mendapatkan bahan formwork terbaik maupun bahan lainnya yang berkaitan dengan proyek konstruksi Anda.

Baca juga: Daftar Ukuran dan Berat Besi Beton Sesuai SNI

Recent Articles