indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kenali Proses Pembuatan Besi Lebih Dalam

Tidak banyak orang tahu soal proses pembuatan besi. Lagi pula, tidak semua orang perlu membuat besi, bukan? Namun, bukan berarti Anda tidak boleh belajar lebih dalam terkait proses pembuatan besi. Dengan pengetahuan baru ini, mungkin Anda bisa lebih paham tentang perbedaan serta keunggulan jenis besi di pasaran. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
 

Sejarah Proses Pembuatan Besi

Sejak ribuan tahun lalu, proses pembuatan besi sudah dilakukan dengan mengandalkan bijih besi yang diambil dari bongkahan meteorit. Besi pun dijadikan bahan utama dalam konstruksi bangunan hingga barang-barang primitif. Menurut sejarah, tungku pembakaran tertua yang digunakan dalam proses pembuatan besi berasal dari zaman 1400 SM, di mana hanya ada lubang perapian sederhana sebagai tempat untuk membakar bijih besi dan batu bara dalam temperatur tinggi. 

Di tahun 300 SM, produksi baja mentah dimulai di Afrika dan India, hingga pada akhirnya bangsa Eropa dan Cina mengembangkan proses produksi baja ratusan tahun setelahnya. Kita harus berterima kasih pada revolusi industri yang berperan besar pada pengembangan proses pembuatan besi modern seperti yang kita lihat sekarang. Pada 1885, Henry Bessemer menggunakan udara untuk mengurangi karbon dalam logam cair agar besi bisa lebih mudah dibentuk.
 

Jenis Bijih Besi

Beji merupakan salah satu unsur logam yang banyak ditemukan di Bumi. Endapan besi yang biasa ditemukan ini tidak 100% mengandung besi (Fe), melainkan campuran dari mineral logam lainnya. Sehingga, dalam proses pembuatan besi, ada beberapa jenis mineral bijih besi yang bisa digunakan. Beberapa di antaranya yang dinilai paling ekonomis adalah hematite, siderite, magnetite, dan limonite. 

Mari kita pelajari jenis endapan yang menghasilkan mineral bijih besi tersebut. Ada endapan magmatik yang menghasilkan magnetite, metasomatik kontak yang menghasilkan specularite, sedimentasi yang menghasilkan hematite, hingga oksidasi yang menghasilkan limonite.

Di antara mineral bijih besi yang disebutkan di atas, magnetite adalah bijih besi dengan kadar Fe tertinggi, namun hanya ada dalam jumlah kecil. Maka dari itu, pada akhirnya proses pembuatan besi lebih sering menggunakan hematite yang memiliki 70% Fe dalam jumlah yang lebih banyak.

Baca juga: 5 Perbedaan Besi dan Baja yang Sering Ditemui
 

Proses Meningkatkan Kadar Besi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bijih besi tidak memiliki 100% kandungan Fe. Tentunya semakin besar kadar Fe yang dimiliki, akan semakin bagus juga kualitas besi yang diproduksi. Namun, bagaimana bila Anda ingin membuat besi menggunakan bijih besi yang lebih ekonomis, tetapi memiliki kadar Fe yang cukup rendah? Ada cara untuk mengakalinya, berikut tahapannya.

  1. Penghancuran bijih besi    : mineral yang masih dalam bentuk pasir atau bebatuan dihancurkan hingga menjadi partikel.
  2. Penghalusan bijih besi    : bijih besi dihaluskan hingga ukuran 120 mesh supaya terpisah dari kotoran atau mineral yang tidak diinginkan.
  3. Pemisahan materi        : memisahkan material logam dengan non logam menggunakan air dalam mesin berbentuk tabung yang dilapisi magnet. Efektif juga untuk meningkatkan oksidasi bijih besi.
  4. Pemanggangan bijih besi    : meningkatkan daya magnet bijih besi, sehingga menghasilkan tingkat Fe hingga 65%. 
  5. Kalsinasi            : mengurangi kandungan air dalam bijih besi dengan menghembuskan gas panas ke tabung yang berputar berlawanan.
  6. Membuat pellet        : menggumpalkan partikel bijih besi hingga menjadi bola-bola kecil.
  7. Reduksi            : memurnikan bijih besi dengan reduksi eksternal (CO2) dan reduksi internal (batu bara). 
  8. Membuat pig iron        : pellet dilelehkan di tungku yang dicampur dengan larutan kapur dan CO2 untuk memisahkan kandungan logam besi. Besi kemudian dituangkan ke cetakan hingga menghasilkan pig iron.

Baca juga: Daftar Ukuran dan Berat Besi Beton Sesuai SNI
 

Proses Pembuatan Besi Modern

Besi pada umumnya dibuat menggunakan tanur tinggi. Proses pembuatan besi modern dimulai dengan memanaskan bijih besi dengan batubara kokas hingga membentuk besi sinter yang kaya akan logam besi. Kemudian, batubara kokas, bijih besi, dan sinter dimasukkan ke bagian atas tanur tinggi bersama dengan batu kapur. Uap panas dari tanur tinggi akan melelehkan logam besi dalam bijih besi dan sinter, lalu terkumpul menjadi logam cair di bagian bawah tungku pemanas. 

Batu kapur akan bercampur dengan kandungan non logam atau kandungan tidak murni dari bijih besi dan sinter, membentuk cairan yang akan mengapung di atas logam cair. Saat logam cair sudah cukup terkumpul, maka logam cair akan dipindahkan ke proses pembuatan baja. 

Proses pembuatan besi ternyata cukup menarik, bukan? Pastinya Anda sekarang lebih memahami lagi bagaimana besi dibuat dan apa saja yang membedakan satu jenis besi dengan lainnya. Bila Anda tengah mencari harga besi hollow termurah, Anda bisa menemukannya di Indosteger. Semoga penjelasan soal proses pembuatan besi di atas bisa membantu Anda.

Baca juga: Tahapan Penting dalam Proses Pembuatan Beton

Recent Articles