indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Tugas Pelaksana Proyek Konstruksi Bangunan

Tugas pelaksana proyek konstruksi bangunan cukup banyak. Bahkan sangat krusial karena harus terus bekerja sejak proyek dimulai hingga selesai. Hal-hal kecil hingga besar pun juga harus dilihat secara mendalam oleh pelaksana proyek. Apa saja tugas pelaksana proyek yang sangat penting di dalam pengerjaan konstruksi bangunan dalam skala besar? Simak informasi selengkapnya bersama Indosteger di bawah ini.
 

Tugas Pelaksana Proyek

Mengerjakan proyek konstruksi bangunan dalam skala besar memang membutuhkan kinerja terbaik dari seluruh pihak, termasuk pelaksana proyek. Posisi pelaksana proyek sendiri terhitung krusial karena berhubungan dengan tahapan persiapan proyek sebelum mulai dijalankan. Berikut barisan tugasnya.
 

1. Melakukan survey

Tugas pertama pelaksana proyek adalah melakukan survey pasar mengenai potensi daya beli terhadap proyek pembangunan yang akan dikerjakan. Inilah mengapa pelaksana proyek memiliki posisi krusial dalam kelancaran pengerjaan proyek tersebut. Posisi ini harus mengetahui survey pasar agar dapat menentukan segmentasi pasar yang dibidik.
 

2. Melakukan konsultasi

Pelaksana proyek dapat melakukan konsultasi ke instansi terkait mengenai kegunaan lokasi dalam rencana pembangunan proyek. Tidak hanya konsultasi dengan notaris saja, tetapi juga pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan pihak camat/lurah dalam memahami legalitas tanah untuk proyek tersebut.

Baca juga: Surat IMB: Syarat & Prosedur untuk Membangun
 

3. Mempersiapkan dokumen

Kelengkapan dokumen menjadi hal penting dalam persiapan pengerjaan proyek. Dokumen-dokumen ini penting dalam pengurusan legalisasi perjanjian kerja sama dengan beberapa pihak. Biasanya dibutuhkan bantuan dan koordinasi dengan notaris atau PPAT yang memang telah ditunjuk untuk urusan hukum ini.
 

4. Melakukan sosialisasi proyek

Tugas lainnya dari pelaksana proyek adalah melakukan sosialisasi kepada para warga di sekitar lokasi proyek. Acara sosialisasi perlu dibuat agar ada bentuk persetujuan dari warga. Jika memang ada kebutuhan untuk memberikan kompensasi terhadap warga, maka direktur operasional juga perlu turun tangan. Jangan sampai ada pihak warga yang malah kehilangan haknya karena tidak dilakukan sosialisasi proyek. Itulah mengapa tugas ini sangat penting untuk dipenuhi.
 

5. Mengurus perizinan

Perizinan untuk proyek pembangunan menjadi suatu aspek yang wajib dipenuhi. Ada perizinan yang harus diminta ke beberapa pihak, seperti Dinas Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pertanian, Dinas Pemakaman Umum, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya.

Pengurusan perizinan didukung oleh suatu tim legal karena banyak hal yang harus dilakukan. Dengan begitu, pengurusannya menjadi lebih cepat selesai.
 

6. Menyiapkan proposal kerja sama

Menjalin kerja sama dapat dilakukan kepada pihak notaris/PPAT dan perbankan. Untuk pihak notaris/PPAT, kerja sama dilakukan agar dapat mengurus legalitas lebih cepat dan mudah, seperti urusan sertifikasi lahan, akta perjanjian, dan jual beli tanah.

Sedangkan untuk kerja sama dengan perbankan lebih berfokus kepada kebutuhan KPR dari konsumen supaya semakin mudah dalam memiliki salah satu bangunan proyek tersebut, seperti rumah atau ruko.
 

7. Membuat dan mengajukan anggaran

Tugas terakhir dari pelaksana proyek adalah membuat dan mengajukan rencana anggaran biaya kepada pimpinan perusahaan. Semuanya ini dilakukan sebelum proyek berjalan. Jika memang ada yang harus direvisi, maka sebaiknya segera dilakukan. Dengan begitu, proses pembangunan proyek menjadi lebih cepat berjalan.

Jadi itulah barisan tugas pelaksana proyek yang perlu Anda pahami. Semoga informasi ini bermanfaat dalam memahami bagaimana proses pembangunan berjalan. Namun jangan pernah lupakan dukungan berbagai alat berkualitas, salah satunya adalah scaffolding. Anda dapat melakukan sewa scaffolding bersama Indosteger. Kunjungi Indosteger untuk memesan produk ini sekarang juga!

Recent Articles