indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Bagaimana Cara Menghitung Tinggi Dinding Rumah 2 Lantai

Cara menghitung tinggi dinding rumah 2 lantai tidaklah sulit, selama Anda mengetahui rumus fundamental yang biasa digunakan oleh para arsitek. Apakah Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai rumus fundamental untuk menghitung tinggi dinding rumah dengan tepat?

Melalui artikel ini, Indo Steger akan memberikan informasinya hanya untuk Anda. Selain itu, ada juga tips dalam membangun rumah 2 lantai agar terlihat luas dan nyaman.

Bagaimana cara menghitung tinggi dinding rumah 2 lantai?

Dalam menghitung tinggi dinding rumah 2 lantai, rumus fundamental yang biasa digunakan adalah panjang ditambah lebar kemudian dibagi 2 ((p + l)/2). Akan tetapi, perlu Anda ingat, ukuran tinggi dinding rumah kembali lagi pada kebutuhannya.

Untuk rumus fundamental tersebut, kami akan memberikan contoh sederhana. Misalnya ada rumah dengan luas 6 x 8, maka sesuai dengan rumus di atas perhitungannya menjadi (6+8)/2 yang berarti tinggi dinding rumah tersebut 7 meter (tinggi lantai 1 ditambah lantai 2).

Apa saja faktor yang mempegnaruhi tinggi dinding rumah?

Untuk dapat menemukan standar tinggi dinding rumah ideal, ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tinggi dinding rumah Anda:

1. Desain rumah

Desain rumah merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi tinggi dinding rumah. Desain umumnya berkaitan dengan estetika dari rumah itu sendiri. Tetapi, jangan sampai faktor estetika ini terlalu kuat dibandingkan faktor fungsional atau praktis dari rumah Anda.

Baca Juga: Bagaimana Membuat Desain Arsitektur yang Unik?

Pastikan rumah Anda tetap memiliki tinggi dinding rumah ideal apapun desain rumah Anda nantinya.

2. Bukaan di dalam rumah

Bukaan di dalam rumah, atau void, juga dapat menjadi faktor penting dalam menentukan tinggi dinding rumah, khususnya bagi rumah 2 lantai.

Dengan membangun rumah 2 lantai, maka secara otomatis plafon rumah Anda akan lebih tinggi. Keberadaan void, atau bukaan di dalam rumah, akan sangat penting untuk memastikan sirkulasi udara dan cahaya matahari bisa merata di dalam rumah.

3. Cuaca

Cuaca memang dikenal sebagai salah satu faktor dalam mendesain rumah. Misalnya, pada daerah dengan cuaca atau beriklim dingin seperti Jepang, orang-orang umumnya akan membangun rumah dengan plafon yang rendah. Hal ini ditujukan agar penggunaan energi untuk menghangatkan rumah menjadi lebih sedikit.

Sementara pada daerah dengan cuaca atau iklim yang hangat, orang-orang biasanya akan membangun rumah dengan plafon tinggi. Hal ini agar sirkulasi udara di dalam rumah dapat lebih lancar.

Apa manfaat memiliki tinggi dinding rumah yang tepat?

Memiliki tinggi dinding rumah yang tepat mungkin tampak sepele bagi sebagian orang. Berapapun tinggi dindingnya, bukankah yang terpenting kita bisa nyaman tinggal di dalam rumah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut adalah beberapa manfaat yang dapat Anda rasakan dengan memiliki tinggi dinding rumah yang tepat di rumah Anda:

1. Memudahkan sirkulasi udara

Ukuran tinggi dinding yang tepat di rumah dapat memudahkan sirkulasi udara di rumah. Dengan memberikan ruang yang cukup agar udara panas dapat naik ke tempat yang lebih tinggi, Anda dapat memastikan kalau udara di dalam rumah akan selalu terasa sejuk.

Selain itu, tinggi dinding rumah yang tepat juga dapat membuat Anda menaruh ventilasi di tempat-tempat yang ideal yang kemudian akan membantu cahaya matahari masuk ke rumah dengan lebih mudah.

2. Membuat rumah menjadi lebih lega

Rumah yang sempit umumnya akan tampak sumpek dan sesak. Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan membangun rumah dengan tinggi dinding yang ideal. Manfaat ini dapat lebih Anda rasakan jika hunian Anda adalah tipe hunian minimalis.

3. Memperkuat estetika

Memiliki ukuran dinding rumah yang tepat juga akan memberikan Anda kesempatan untuk mendesain interior rumah Anda dengan lebih baik.

Dengan semakin banyaknya ruang yang dapat Anda hias, Anda dapat berkreasi untuk mempercantik tampilan di dalam rumah Anda. Misalnya, Anda bisa memasang lampu atau kipas angin gantung sesuai dengan desain rumah Anda serta memasang lukisan atau figura foto.

Apa saja tips untuk membangun rumah 2 lantai?

Berikut ini, ada 5 tips dalam membangun rumah 2 lantai yang dapat Anda ikuti, yaitu:

1. Memahami kondisi tanah

Tanah atau lahan rumah menjadi faktor penting yang perlu Anda perhatikan. Tanah menjadi fondasi dalam pembangunan rumah, khususnya rumah 2 lantai.

Rumah 2 lantai memiliki gaya tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan rumah 1 lantai. Apabila rumah 2 lantai dibangun di atas tanah dengan struktur yang lembek, tentu saja hal tersebut dapat membahayakan penghuninya, terutama jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Sebagai solusinya, Anda bisa menggunakan pondasi cakar ayam untuk membangun rumah 2 lantai.

2. Tentukan konsep sesuai dengan kebutuhan

Apa saja hal yang dibutuhkan dalam rumah yang akan dibangun tersebut? Apakah rumah tersebut akan dihuni oleh 1 orang, keluarga kecil, atau keluarga besar? Berapa banyak kamar yang dibutuhkan di dalamnya?

Kebutuhan penghuni rumah akan menentukan konsep rumah seperti apa yang akan Anda bangun nantinya. Oleh karena itu, pahami dulu kebutuhan dalam rumah tersebut dan tentukan konsepnya berdasarkan kebutuhannya.

3. Menghitung anggaran

Pembangunan rumah 2 lantai tentu akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak dibandingkan rumah 1 lantai. Belum lagi jika ada pemilihan material khusus dan permintaan lainnya dari pemilik rumah.

Untuk menghitung anggaran, Anda dapat memulainya dari menghitung luas area, kemudian banyaknya ruangan yang akan dibangun, kemudian tinggi bangunan. Setelah itu, Anda bisa menghitung biaya instalasi, biaya tukang, dan biaya material.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai dengan Mudah

4. Melakukan perhitungan bangunan dengan tepat

Rumah 2 lantai memiliki beban pada bagian atas sehingga Anda perlu memperhitungkan berbagai aspek seperti beton yang dipasang pada lantai 1 dan lain sebagainya. Rumah yang dibangun tanpa perhitungan yang tepat tentu akan membahayakan penghuni rumah di kemudian hari. 

5. Menambah mezzanine

Untuk membuat 2 rumah lantai terlihat lebih luas, Anda bisa menambahkan mezzanine atau lantai tambahan. Mezzanine ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang tambahan untuk kamar, ruang keluarga, ruang bermain anak, dan masih banyak lagi fungsi dari lantai mezzanine ini.

Baca Juga: Rincian Biaya Membuat Kamar Mezzanine

Jadi, itulah informasi yang dapat kami berikan mengenai cara menghitung tinggi dinding rumah 2 lantai. Apabila Anda membutuhkan rental scaffolding Jakarta untuk pembangunan rumah, silakan hubungi Indo Steger sekarang juga dan jangan lupa untuk menerapkan cara menghitung tinggi dinding rumah di atas sebelum melakukan pembangunan rumah.

Recent Articles