indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Berbagai Bagian Detail Tangga Beton yang Harus Anda Ketahui

Konstruksi tangga yang baik adalah konstruksi yang lahir dari persiapan dan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, untuk mendapatkan tangga beton di rumah yang ideal, Anda harus memperhatikan detail tangga beton dalam proses pembuatannya.

Memahami detail tangga beton dapat membantu Anda membangun tangga beton di rumah dengan lebih baik. Jika tidak akan ada risiko berbahaya yang harus Anda tanggung. Konstruksi bagian yang bisa menjadi penghubung antar lantai ini membutuhkan ketelitian dan perencanaan yang baik karena harus menopang beban dari orang-orang yang menggunakannya.

Jika Anda masih belum paham akan hal ini, maka berbagai informasi mengenai detail tangga yang terbuat dari beton ini akan bisa membantu. Perhatikan hal-hal berikut ini.

Apa Itu Detail Tangga Beton?

Tangga yang terbuat dari beton memiliki keunggulan dalam bidang kekuatan dan ketahanannya. Beton adalah material yang memiliki stabilitas tinggi dan banyak digunakan pada bagian rumah yang lain. Jika Anda memiliki keinginan untuk menggunakan tangga ini sebagai bagian dari rumah, maka mempelajari berbagai macam detailnya akan sangat berguna. Salah satunya adalah bagian-bagian dari tangga beton.

Apa Saja Bagian-Bagian Tangga Beton?

Berikut ini adalah berbagai macam bagian dari tangga beton yang harus Anda ketahui.

1. Handrail

Sebuah tangga akan semakin aman jika memiliki pegangan bagi orang yang menggunakannya. Oleh karena itu, handrail atau pegangan tangan pada tangga adalah detail yang penting. Bagian dari baluster ini dibuat untuk membantu pins dalam membawa bobot badan menuju ke lantai atas menjadi pengaman ketika menuruninya. Bila sudah terbiasa menggunakan handrail, akan ada rasa tidak seimbang bila tidak menggunakannya ketika menaiki tangga.

Baca Juga: 14 Motif Railing Tangga Minimalis yang Umum Digunakan

Handrail pada tangga tidak memiliki ukuran yang berlaku secara keseluruhan. Hal ini karena ukuran pegangan tangan pada tangga bangunan akan bergantung pada spesifikasi tangga tersebut. Tetapi, pada umumnya, ukuran handrail pada tangga berada di angka 90 cm hingga 100 cm.

Pegangan tangan pada tangga ini juga dapat terbuat dari berbagai bahan. Salah satu bahan yang umumnya digunakan adalah baja ringan. Hal ini karena baja ringan memiliki sifat ringan, sepertinya namanya, namun juga memiliki sifat layaknya baja yang kokoh dan kuat.

2. Baluster

Ini adalah detail pada tiang yang berada di railing tangga. Sebuah komponen vertikal mengisi antara handrail dan bagian pijakan kaki. Baluster berguna sebagai pengaman bagian samping. Ini juga menjadi pegangan bagi si kecil yang ingin menaiki tangga.

3. Newel Post

Kita bisa menemukan bagian ini pada model yang memerlukan lekukan dalam menggapai lantai teratas.

4. Wall Stringer

Tread atau pijakan harus dipasang pada stringer ini. Jika salah satu sisi dari anak tangga rata dengan dinding yang berdekatan, stringer yang menghubungkan treads dan riser ke dinding disebut sebagai ‘wall stringer’.

5. Tread

Tread atau pijakan merupakan permukaan tangga di mana orang akan melangkah naik ataupun turun tangga.

6. Bullnose

Bagian pinggiran maupun pinggulan pada anak tangga. Fungsinya adalah membuat sudut pijakan tidak tajam dan lebih indah.

7. Structural Cut Stringer

Menjadi komponen yang berfungsi menahan berat dan beban. Sangat wajib membuat bagian ini bisa menahan beban yang berat dan tahan lama, agar dapat memberikan rasa aman.

8. Riser

Riser adalah bagian yang berdiri vertikal pada setiap anak tangga. Dibutuhkan perhitungan untuk menentukan ketinggian dari ukuran riser, sehingga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Untuk dapat menemukan ukuran yang tepat, cara yang dilakukan adalah dengan membagi total ketinggian tangga dibagi dengan jumlah anak tangga.

9. Border

Border merupakan salah satu unsur yang tidak ditemukan pada semua jenis tangga. Biasanya dapat dijumpai pada penghubung lantai atas dengan desain leter L maupun leter U. Bagian ini akan digunakan sebagai tempat peristirahatan sebelum naik ke bagian tangga selanjutnya dan sangat dibutuhkan karena bisa menjadi faktor keselamatan yang penting. Mengingat tangga berbentuk L atau U akan memiliki jarak yang cukup jauh dibandingkan tangga biasa.

Bagaimana Cara Membuat Tangga Beton di Rumah Dengan Aman dan Benar?

1. Menentukan Model dan Membuat Pondasi

Langkah awal untuk membuat tangga beton dengan benar adalah menentukan model dan membuat pondasi.

Anda akan dapat menemukan banyak model tangga rumah di internet; mulai dari tangga lurus, huruf L, hingga tangga spiral.

Model tangga beton yang Anda pilih nantinya akan mempengaruhi bentuk pondasi yang akan Anda bangun.

Ketika memilih model tangga, pastikan Anda juga memperhatikan lebar ruangan di dalam rumah Anda. Ada beberapa jenis tangga yang memakan banyak ruangan, sementara ada beberapa jenis tangga yang tidak membutuhkan banyak ruang.

2. Membuat Bekisting

Dalam proses pembuatan bekisting, Anda harus memperhatikan spesifikasi tangga dengan detil. Spesifikasi yang harus Anda perhatikan antara lain seperti kemiringan tangga, ketinggian tangga, hingga luas dan lebar tangga dan anak tangga.

Untuk kemiringan dan ketinggian tangga akan bergantung pada seberapa lebar ruangan yang akan Anda gunakan untuk membangun tangga. Sementara itu, untuk lebar anak tangga, ukuran yang digunakan Indonesia ada di kisaran 30 hingga 33 cm.

Saat menentukan jumlah anak tangga, sebisa mungkin Anda tidak menggunakan lebih dari 36 anak tangga dalam satu tanjakan. Jika Anda membutuhkan lebih dari 36 anak tangga, maka ada baiknya Anda menggunakan bordes atau area istirahat sementara di tangga yang biasanya bersifat datar.

3. Memasang Rangka

Dalam tahap ini, Anda akan mulai membangun fisik tangga beton ideal di rumah Anda. Proses pembuatan ini tentu akan bergantung pada bahan yang Anda gunakan. Apapun bahan yang Anda pilih, baik baja atau beton, pastikan Anda mengikat seluruh bagian dari tangga rumah Anda dengan baik.

4. Melakukan Finishing

Pada tahap ini, Anda akan mulai melakukan proses pengecoran. Pastikan Anda melakukan proses pengecoran secara menyeluruh.

Setelah proses pengecoran selesai, berikan waktu 12 jam sebelum membongkar dinding bekisting. Tetapi, jika Anda menggunakan bordes, pastikan untuk memberikan waktu kurang lebih 1 minggu agar bagian tersebut sudah siap untuk digunakan dengan aman.

Itulah dia detail bagian-bagian dari tangga beton. Anda bisa memperkokoh tangga menggunakan besi. Mari cek harga Hollow Baja Ringan 4x4 per Batang hanya di Indosteger. Gunakan bahan ini pada detail tangga beton Anda.

Pertanyaan umum terkait detail tangga beton

Langkah langkah pembuatan tangga beton?

Langkah langkah pembuatan tangga beton antara lain:

  1. Menentukan model tangga yang ingin dibangun;
  2. Membangun pondasi tangga;
  3. Memasang rangka tangga;
  4. Melakukan finishing tangga beton.

Berapa ketebalan cor tangga beton?

Ketebalan cor tangga beton rata-rata ada di angka 20cm. Hal ini karena tangga beton harus cukup kuat untuk menahan beban orang yang akan menggunakan serta gaya tekan dari dinding.

Berapa lama cor tangga bisa dibuka?

Umumnya, cor tangga bisa dibuka sekitar 14 hingga 28 hari. Namun, Anda tetap harus memperhatikan berbagai faktor seperti suhu atau temperatur dan kadar air pada komposisi beton.

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya