indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Perkiraan Biaya Renovasi Rumah Menjadi 2 Lantai

Sebelum memperbaharui jumlah tingkat rumah, Anda perlu menghitung biaya renovasi rumah Anda. Mengubah rumah 1 lantai menjadi 2 lantai tentu ada banyak hal penting yang perlu disiapkan. Salah satu yang utama adalah mengenai berapa anggaran biaya renovasi rumah. Jawabannya memang relatif, tergantung pada berbagai macam faktor.

Apa sajakah itu? Ada baiknya Anda simak estimasi biaya renovasi rumah seperti yang kami jabarkan berikut ini.

Apa saja pertimbangan saat renovasi rumah?

Untuk langkah awal dalam melakukan renovasi rumah menjadi 2 lantai adalah dengan membuat berbagai pertimbangan. Pertimbangan ini penting agar proses pembangunan dan  renovasi berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang diharapkan. Jika dirinci, ada tiga pertimbangan utama dalam renovasi ini, antara lain:

1. Alasan Anda merenovasi rumah

Pertama adalah mengenai alasan Anda melakukan renovasi rumah. Sebaiknya, Anda melakukan renovasi bukan hanya karena sekadar ikut-ikutan semata. Lakukanlah renovasi rumah karena memang kebutuhan. Bila Anda mengikuti keinginan semata, tentu Anda tidak akan pernah puas. Berbeda bila berdasarkan kebutuhan, Anda menjadi lebih bisa tahu batasan dalam merenovasi rumah tersebut.

2. Hitung biayanya dengan cermat

Kedua, pertimbangan lainnya yang sangat penting adalah estimasi biaya renovasi rumah. Di sini, Anda harus benar-benar cermat melakukan perhitungan dari hal terkecil sekalipun hingga estimasi anggaran biaya tak terduga lainnya. Termasuk pula biaya izin pendirian bangunan, biaya jasa arsitek, dan biaya tukang bangunan. Bahkan, biaya sewa perlengkapan seperti harga sewa scaffolding.

3. Pilih bahan material berkualitas

Pertimbangan ketiga adalah bagaimana Anda memilih material yang tepat. Bila Anda memiliki dana berlebih, tidak ada salahnya untuk memilih material dan bahan bangunan dengan harga sedikit lebih mahal yang memiliki kualitas terbaik dan lebih tahan lama. Misalnya untuk pembuatan tangga, pilihlah tangga yang kuat dan kokoh. Rumah sederhana dengan material terbaik akan lebih baik daripada rumah megah dengan material seadanya.

Berapa biaya renovasi rumah yang dikeluarkan berdasarkan tipe rumah?

Seperti telah disinggung sebelumnya, estimasi biaya renovasi rumah memang relatif. Tentu ini juga dipengaruhi oleh tipe rumah yang Anda tempati. Sebagai gambaran, berikut estimasi biaya yang harus Anda keluarkan.

1. Tipe 45

Tipe rumah 45 menjadi salah satu rumah dengan bangunan cukup luas. Untuk menekan biaya, Anda bisa melakukan estimasi biaya sistem borongan untuk jasa renovasinya. Untuk hal ini, Anda bisa menggunakan rumus per meter persegi. Jika biaya yang dikenakan sebesar Rp3,5 juta per meter persegi, bila kita mengacu pada harga tersebut maka kisaran biaya renovasi rumah dengan luas bangunan 45 meter persegi adalah Rp157 jutaan.

2. Tipe 36

Sama halnya seperti tipe rumah 45, pada Tipe rumah 36 Anda bisa menggunakan sistem borongan secara penuh. Pada umumnya, biaya untuk renovasi per meter perseginya adalah Rp2,5 juta sampai Rp4 juta. Besaran biaya itu sudah disesuaikan dengan harga dan kualitas material terbaik. Bila kita mengacu pada harga tersebut, maka biaya renovasi rumah dengan luas bangunan 36 meter persegi adalah sekitar Rp144 juta.

Tips apa saja yang perlu Anda perhatikan untuk renovasi rumah?

Setelah Anda mengetahui estimasi dan cara menghitung biaya renovasi rumah, penting pula untuk memperhatikan tips tambahan lainnya. Sebagian besar para ahli properti menyarankan Anda untuk memperhatikan beberapa hal berikut ketika hendak merenovasi rumah

1. Desain dan struktur harus baik

Pastikan desain maupun strukturnya harus baik. Setelah struktur rumah dirasa baik, lanjutkan pada pemilihan desain atau konsepnya. Bila rumah tidak begitu luas, konsep rumah minimalis bisa menjadi ide bagus untuk Anda terapkan.

2. Tentukan sistem renovasinya

Biasanya, ada dua sistem kontraktor yang digunakan, yakni sistem harian dan sistem borongan. Keunggulan sistem harian adalah pengerjaan yang lebih cermat. Namun, kekurangannya adalah dari segi waktu proses renovasi rumah memang agak lama dan biaya tukang yang dikeluarkan juga cukup besar. 

Sementara, bila Anda memilih sistem borongan, biaya jasa tukang dapat ditekan dan proses renovasi rumah cenderung lebih cepat. Akan tetapi, dari segi pengerjaan terkadang terkesan lebih terburu-buru. Untuk lebih menghemat biaya jasa, material dan bahan bangunan, mungkin Anda dapat mencoba sistem atau cara renovasi menjadi 2 lantai tanpa membongkar bangunan awal.

3. Tata letak tangga dan ventilasi

Tips terakhir adalah dengan memerhatikan tata letak, khususnya bagian tangga dan ventilasi. Sebaiknya, tempatkan tangga minimalis untuk ke lantai dua berada di lokasi yang strategis. Begitu pula dengan ventilasinya, mungkin ada bagian yang perlu digeser atau menambah ventilasi agar sirkulasi udara menjadi lebih baik dan ruangan tidak pengap. 

Mungkin Anda perlu juga untuk mengetahui Ukuran Tangga Rumah Minimalis yang Tepat agar sesuai dengan luas dan desain bangunan Anda.

Ingat, cermatlah dalam menghitung biaya renovasi rumah, pilih material terbaik, dan cari vendor yang jual tangga scaffolding dengan harga dan kualitas terbaik. Semoga informasi mengenai perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai di atas cukup bermanfaat bagi Anda

 

Recent Articles