indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal Contoh Laporan Mingguan Proyek

Apakah Anda mengetahui bahwa di dalam pengerjaan proyek konstruksi bangunan ada bentuk laporan mingguan? Bagaimana contoh laporan mingguan proyek? Memang informasi ini belum banyak yang mengetahuinya karena terhitung tidak diperlukan untuk proyek kecil semacam satu rumah saja. Namun jika kita berbicara mengenai proyek perumahan, pertokoan, hingga berbagai jenis gedung, maka sangat diperlukan laporan mingguan ini karena memuat berbagai informasi penting. Tanpa perlu berlama-lama lagi, simak ulasan selengkapnya bersama Indosteger di bawah ini.
 

Contoh Laporan Mingguan Proyek

Laporan mingguan proyek menjadi salah satu syarat administrasi teknik yang wajib dibuat oleh pihak kontraktor pelaksana. Laporan mingguan ini terdiri dari berbagai macam informasi di dalamnya. Namun sebenarnya tidak hanya ada laporan mingguan saja. Masih ada laporan harian proyek dan laporan bulanan.

Benar sekali, ketiga macam laporan ini harus dibuat dan diisi berbagai data sesuai kebutuhan. Setiap data yang ada di dalam ketiga laporan ini sendiri harus sinkron dan terkait satu sama lainnya. Jika ada yang berbeda, maka itu merupakan suatu masalah sehingga patut dipertanyakan.

Pembuat laporan mingguan adalah pelaksana lapangan atau admin teknis di dalam proyek konstruksi tersebut. Dalam perjalanannya, laporan ini sangat dibutuhkan untuk syarat penarikan termina atau penyerahan pertama pada waktu mendatang. Itulah mengapa isi laporan ini harus memuat informasi yang valid dan sesuai keadaan sebenarnya.

Sebenarnya apa saja isi dari laporan mingguan? Isi laporan mingguan memang berbeda jika dibandingkan dengan laporan harian dan bulanan. Untuk laporan mingguan berisi informasi dalam bentuk tabel terkait nama kegiatan, nama pekerjaan, penyedia jasa kontraktor, waktu pelaksanaan, no./tgl kontrak, no./tgl amandemen, uraian pekerjaan, dokumen pekerjaan, hasil pelaksanaan, dan bobot volume pekerjaan.

Selain itu di dalam dokumen pekerjaan dibagi lagi menjadi sesuai kontrak, sesuai MC. 0%, dan sesuai MC. 100%. Untuk hasil pelaksanaan dibagi menjadi minggu lalu, minggu ini, dan s/d minggu ini. Terakhir, untuk bobot volume pekerjaan dibagi menjadi terhadap pekerjaan dan terhadap keseluruhan.

Tidak hanya itu saja, di bawah tabel yang wajib diisi itu juga ada beberapa kolom tanda tangan. Tanda tangan pengesahan laporan mingguan biasanya dilakukan oleh Koordinator Konsultan Pengawas, Pengawas Daerah, Pengawas Lapangan 1 & 2, serta Pelaksana berdasarkan PT/CV.-nya.

Baca juga: Cara Membuat RAB Proyek Konstruksi dan Bangunan
 

Bentuk Laporan Harian dan Bulanan

Untuk laporan harian dan bulanan sendiri, informasi di dalamnya juga berbeda. Untuk laporan harian, terdapat kolom kolom nama kegiatan, nama pekerjaan, penyedia jasa, waktu pelaksanaan, No./Tgl. amandemen, No./Tgl. kontrak, tenaga kerja, jenis bahan serta yang digunakan dan tersisa, hasil pelaksanaan, jenis pekerjaan, keadaan cuaca, data pekerja lembur/tidak bekerja, hingga peralatan yang digunakan.

Untuk laporan bulanan berisi informasi mengenai item pekerjaan, volume pekerjaan, hasil pelaksanaan, hingga progres selama satu bulan tersebut.

Jadi itulah informasi mengenai contoh laporan mingguan proyek yang memang wajib dimiliki. Jika tidak ada arsip data yang jelas mengenai proses pengerjaan konstruksi bangunan dalam skala luas, maka tidak ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk hal-hal mengenai pengadaan alat dan bahan konstruksi bangunan. 

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang merencanakan proses pembangunan proyek konstruksi, khususnya dalam skala besar. Proses pembangunan memang membutuhkan dukungan berbagai alat, termasuk scaffolding. Anda dapat melakukan sewa scaffolding dengan layanan profesional dari Indosteger. Kunjungi Indosteger sekarang juga untuk informasi lebih lanjut!

Baca juga: 7 Cara Membuat Time Schedule Proyek Agar Berjalan Lancar

Recent Articles