indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Contoh Laporan Harian Proyek Konstruksi Bangunan

Apakah Anda mengetahui bahwa dalam proyek konstruksi bangunan, terdapat laporan harian, mingguan, hingga bulanan? Anda wajib mengetahui dan memahami contoh laporan harian proyek konstruksi bangunan yang memang sangat berguna di dalam proses pembangunan. Laporan ini menjadi salah satu syarat administrasi teknis yang wajib dibuat oleh kontraktor pelaksana pekerjaan proyek tersebut. Bentuknya sendiri cukup mudah untuk dibuat. Tanpa perlu berlama-lama lagi, simak informasi selengkapnya bersama Indosteger di bawah ini.

Fungsi Laporan Proyek (Harian, Mingguan, dan Bulanan)

Sebelum mulai melihat dan membuat laporan, Anda sebaiknya memahami fungsi dari laporan proyek, bari laporan harian, mingguan, dan bulanan. Berikut adalah fungsi dari laporan proyek yang harus Anda ketahui

  1. Menjadi syarat administrasi untuk mengajukan termin kepada pemilik proyek.
  2. Menjadi acuan baik dalam segi pengeluaran biaya dan juga proses pengerjaan proyek.
  3. Memudahkan proses pengawasan atau evaluasi hasil pekerjaan kontraktor.
  4. Menjadi bahan evaluasi setelah pengerjaan konstruksi selesai.

Setelah Anda memahami fungsi laporan baik laporan harian hingga bulanan, sekarang saatnya Anda mengetahui contoh serta format laporan harian berikut ini.

Contoh Laporan Harian Proyek

Seperti yang telah dijelaskan di atas, laporan harian proyek dalam bentuk tertulis menjadi syarat administrasi yang penting untuk dipenuhi oleh para kontraktor pelaksana pekerjaan proyek. Laporan ini memuat berbagai jenis informasi. Dimulai dari tenaga kerja, item pekerjaan, material, volume dan dan progres pekerjaan, hingga cuaca di lapangan.

Dikarenakan sifatnya berbentuk harian, maka para kontraktor harus terus mengisi laporan ini setiap harinya pada akhir pengerjaan pada hari tersebut. Namun sebenarnya tidak hanya ada laporan harian proyek saja. Kontraktor juga perlu membuat laporan minggu dan bulanan. Ketiga bentuk laporan ini harus memiliki data yang sinkron dan berkaitan.

Laporan ini biasanya dibuat oleh pihak dari kontraktor dengan jabatan pelaksana lapangan atau admin teknis. Salah satu alasan mengapa diperlukan pembuatan laporan ini adalah menjadi syarat penarikan termin dan penyerahan pertama (PHO) nantinya. Itulah mengapa isi dari laporan ini harus valid dan dibuat dengan kondisi yang sebenarnya.

Ada perbedaan format antara laporan harian, mingguan, dan bulanan. Untuk laporan harian, biasanya berisi data pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Ada kolom nama kegiatan, nama pekerjaan, penyedia jasa, waktu pelaksanaan, No./Tgl. amandemen, No./Tgl. kontrak, tenaga kerja proyek, jenis bahan serta yang digunakan dan tersisa, hasil pelaksanaan, jenis pekerjaan, keadaan cuaca, data pekerja lembur/tidak bekerja, hingga peralatan yang digunakan.

Kemudian untuk laporan mingguan terlihat lebih simpel karena berisi, uraian pekerjaan, volume pekerjaan, hasil pelaksanaan, dan bobot volume pekerjaan. Terakhir, untuk laporan bulanan berisi informasi uraian item pekerjaan, volume pekerjaan, hasil pelaksanaan, hingga progres selama satu bulan tersebut.

Baca juga: 7 Cara Membuat Time Schedule Proyek Agar Berjalan Lancar

Format Laporan Harian

Jika Anda memperhatikan, laporan harian memang terlihat lebih rinci. Apalagi di dalam format laporan harian harus memenuhi standar dinas. Termasuk memasukkan informasi tenaga kerja harian, bahan-bahan material yang telah digunakan, hasil pekerjaan, lembur/tidak, keadaan cuaca, hingga data lainya di lapangan setiap harinya.

Kemudian hasil pengisian data laporan harian itu harus dibubuhi tanda tangan beberapa pihak, seperti pengawas daerah, pengawas lapangan, dan pihak pelaksana proyek. Format laporan harian ini memang tidak boleh salah. Jika ada informasi yang kurang, maka data-data di dalamnya menjadi kurang valid. Apalagi data dalam laporan harian termasuk yang paling lengkap, jika dibandingkan dengan laporan mingguan proyek dan bulanan.

Sekarang Anda sudah mengenal contoh laporan harian proyek konstruksi bangunan yang memang harus terpenuhi. Tanpa adanya data dalam laporan harian proyek, maka proses pengerjaan konstruksi bangunan menjadi kurang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Khususnya untuk hal-hal berbau pengadaan alat dan bahan konstruksi bangunan.

Itulah dia penjelasan tentang contoh laporan harian proyek beserta fungsi dan formatnya. Laporan proyek, baik laporan harian, mingguan, dan bulanan, adalah bagian penting dalam sebuah pengerjaan konstruksi. Laporan proyek dapat memberikan gambaran terhadap progress pengerjaan suatu konstruksi baik dari segi pembiayaan hingga pembangunan. Selain itu, laporan proyek dapat menjadi sumber acuan utama dalam proses mengevaluasi hasil kerja kontraktor yang akan menjadi pertimbangan pemilik proyek untuk menggunakan jasa kontraktor tersebut lagi atau tidak.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda yang memang sedang merencanakan membangun proyek konstruksi bangunan. Proses pembangunan sendiri sulit untuk berjalan lancar jika tidak ada dukungan dari alat scaffolding. Anda tidak perlu membeli atau membuatnya sendiri, karena Indosteger telah menyediakan layanan sewa scaffolding berkualitas. Kunjungi Indosteger untuk informasi lebih lanjut.

Recent Articles