indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Biaya renovasi rumah terbatas? Tidak perlu khawatir, Anda bisa tetap merombak rumah sesuai yang ada di instagram post untuk mengubah suasana walaupun dengan biaya renovasi rumah minimalis. Sekarang ini, material bahan bangunan sangat variatif, Anda bisa memilih bahan yang sesuai dengan kantong namun tetap memiliki kualitas baik. 

Membedah biaya renovasi rumah setelahnya adalah hal yang penting untuk Anda lakukan. Nah, agar tidak bingung, mari bersama-sama membedah biaya renovasi rumah dengan bujet minimalis berikut.
 

Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Dalam menghitung biaya renovasi rumah, ada dua elemen besar yang harus Anda perhitungkan: tenaga kerja, serta material renovasi rumah.

Dalam elemen tenaga kerja, hal utama yang harus Anda perhatikan adalah sistem pemilihan tenaga kerja; apakah Anda ingin menggunakan sistem kontraktor atau jasa tukang bangunan, atau Anda ingin menggunakan jasa tukang perorangan. Sistem yang Anda pilih akan mempangaruhi biaya tukang untuk renovasi rumah Anda.

Dari elemen material bangunan, hal yang akan menjadi perhatian utama Anda adalah ada jenis serta perawatan masa depan dari rumah Anda. Idealnya Anda memilih material renovasi rumah yang tepat serta memiliki perawatan yang relatif mudah. Hal ini akan membantu Anda menghemat biaya renovasi rumah Anda, dan Anda tidak harus memusingkan biaya perawatan.

Untuk lebih jelasnya dalam menghitung anggaran biaya renovasi rumah Anda, mari kita simak tiap penjelasan tiap elemen berikut ini.
 

1. Estimasi Biaya Renovasi Rumah dari Segi Tenaga Kerja

Pos pertama dalam biaya renovasi rumah Anda adalah pemilihan sistem tenaga kerja. Dalam melakukan renovasi rumah, terdapat tiga sistem tenaga kerja yang dapat Anda pilih. Tiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan biaya-biaya yang berbeda. Berikut adalah sistem tenaga kerja yang dapat Anda pilih untuk merenovasi rumah Anda.
 

Sistem Harian

Jika memilih sistem pembayaran harian, maka Anda harus membayar pekerja renovasi setiap hari. Biasanya, biaya yang harus dikeluarkan untuk sistem harian ada pada kisaran Rp100.000-Rp125.000 dan belum termasuk biaya material. Sistem ini sangat tidak direkomendasikan jika Anda memiliki biaya renovasi rumah yang relatif minim.
 

Sistem Borongan

Opsi lain, Anda bisa memilih sistem borongan. Untuk sistem borongan ini, upah pekerja dihitung berdasarkan luas bangunan yang direnovasi. Estimasi biayanya sendiri ada pada range Rp600.000-Rp800.000. Kelebihan dari sistem ini adalah Anda tidak perlu mengeluarkan biaya renovasi rumah tambahan karena biaya pengerjaannya telah disesuaikan dengan luas bangunan.
 

Sistem Borongan Penuh

Kemudian ada pilihan sistem borongan penuh atau menggunakan kontraktor. Jika dilihat sekilas, estimasi biaya sistem ini lebih besar daripada dua sistem pembayaran lain. 

Meski begitu, sistem borongan ini layak dipertimbangkan jika Anda tidak ingin mengeluarkan biaya material  atau biaya renovasi rumah yang tidak terduga lainnya. Sebab, biaya yang dibayarkan sudah termasuk ongkos pengerjaan serta material.

Umumnya, dalam sistem borongan penuh, pihak kontraktor menentukan harga satuan pengerjaan renovasi rumah Anda berdasarkan meter persegi. Biasanya, harga meter persegi yang diajukan kontraktor ada di angka 4 hingga 8 juta sesuai dengan rencana renovasi dari klien.

Walaupun relatif mahal, sistem pengerjaan ini akan membuat estimasi biaya renovasi rumah Anda menjadi lebih tepat karena Anda tidak harus dipusingkan atau bahkan dikejutkan dengan biaya material yang bisa datang tiba-tiba.

Dalam memilih sistem tenaga kerja, pastikan sesuaikan dengan biaya renovasi rumah Anda yang telah dibuat sebelumnya. Jika Anda belum memilikinya, ada baiknya ada membuat Rincian Anggaran Biaya atau RAB renovasi rumah sebelum mulai lebih jauh. Karena, pilihan Anda akan ditentukan oleh apakah biaya renovasi rumah yang telah ditentukan sebelumnya dapat menanggung beban suatu biaya atau tidak.

Baca juga: Perkiraan Biaya Renovasi Rumah Menjadi 2 Lantai
 

2. Estimasi Biaya Renovasi Rumah dari Segi Bahan Material

Elemen selanjutnya dalam biaya renovasi rumah Anda adalah pemilihan bahan material. Pemilihan bahan material tentu utamanya akan mengacu pada bahan-bahan material apa saja yang telah Anda gunakan untuk membangun rumah Anda. Tapi, tentu saja Anda bisa berencana untuk menambah ruangan atau bahkan merombang ulang rumah Anda.

Sebelum mulai memilih bahan material apa yang ingin Anda gunakan, ada baiknya Anda mengetahui bahwa bahan material merupakan pos yang seringkali membuat biaya renovasi rumah Anda membengkak, apalagi jika Anda tidak menggunakan sistem borongan. Selain memilih material, Anda juga harus berpikir tentang biaya perawatan ketika rumah Anda telah selesai di renovasi, misalnya melakukan pengecatan pada material berkarat.

Oleh karena itu, Anda harus merencanakan pemilihan material dengan sangat cermat. Anda bisa mulai dengan bahan material yang sering digunakan. Umumnya, untuk membangun bangunan yang tahan lama, konstruksi dilakukan dengan menggunakan baja ringan. Hal ini dikarenakan kualitas material baja ringan dikenal kuat dan tahan lama. Hal ini sangat cocok jika Anda merenovasi rumah sederhana atau rumah minimalis.

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan renovasi rumah, ada baiknya Anda melakukan survei lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui kualitas serta harga tiap material. Anda bisa mulai membuat estimasi biaya renovasi rumah Anda sendiri untuk dijadikan pegangan.

Coba cari tahu mana material yang terjangkau namun kualitasnya masih baik. Anda juga bisa memilih bahan yang lebih ekonomis untuk menggantikan bahan yang kurang efisien. Misalnya, mengganti bahan kayu dengan bahan besi hollow sebagai kaki-kaki atap.

Estimasi biaya renovasi rumah dari segi material adalah Rp2,5 juta hingga Rp4 juta/m2 untuk renovasi besar. Sedangkan pada renovasi rumah yang lebih sederhana, biaya renovasi rumah bisa lebih rendah dari estimasi tersebut. Namun, jika Anda menambahkan material premium, biayanya bisa membengkak. Oleh karenanya, selalu perhatikan material yang digunakan untuk merenovasi rumah.
 

3. Estimasi Biaya Renovasi Rumah Tidak Terduga

Selain dua pos biaya renovasi rumah di atas, Anda juga harus memperhatikan pos biaya lain, yakni biaya tak terduga. Biaya tak terduga inilah yang sering kali luput dari perhatian sehingga membuat proses pengerjaan renovasi rumah menjadi terhambat. 

Untuk itu, sebaiknya Anda juga memperhitungkan tentang biaya renovasi rumah tak terduga ini. Tidak ada ukuran pasti untuk menghitung biaya tak terduga. Namun, Anda sebaiknya menyiapkan dana tambahan sebanyak 10% dari total biaya renovasi rumah. Jadi, katakanlah Anda menghabiskan total Rp90.000.000 untuk biaya tenaga kerja dan biaya material, maka biaya tak terduga yang harus disiapkan adalah Rp9.000.000.

Dengan membuat perencanaan biaya renovasi rumah, maka proses pengerjaan renovasi rumah pun menjadi lebih tertata. Anda pun bisa meminimalisir risiko pengeluaran membengkak akibat harus mengeluarkan biaya tambahan yang tak terduga. Solusi meminimalisir biaya renovasi rumah lainnya adalah dengan memilih material yang terjangkau namun berkualitas. Indosteger siap menjawab kebutuhan Anda dengan menyediakan aneka keperluan konstruksi kualitas terbaik berharga relatif terjangkau. Cek selengkapnya untuk sewa scaffolding, jual scaffolding hingga berbagai besi hollow galvanis.

Itulah dia hal-hal terkait biaya renovasi rumah yang harus Anda ketahui. Merenovasi rumah merupakan sebuah tahap yang menyenangkan: siapa yang tidak senang melihat huniannya menjadi lebih bagus. Tetapi, tanpa biaya renovasi rumah yang jelas, bisa-bisa renovasi rumah Anda terhambat dan Anda malah kehilangan kecantikan rumah Anda.

Oleh karena itu, sebelum melakukan renovasi rumah, buatlah rancangan anggaran biaya renovasi rumah Anda sebelumnya. Ini untuk memastikan kalau Anda mendapatkan hunian yang lebih nyaman tanpa harus kecolongan.   Semoga bermanfaat.

Baca juga: Biaya Pembangunan Rumah Ukuran 10x15 Hingga Finishing

Recent Articles